Friday, July 31, 2009

Pilihan Alternatif

Mungkin banyak yang masih beranggapan jika ingin membangkitkan listrik harus dengan teknologi air terjun, aliran yang sangat deras, dan debit tinggi yang mengalir tanpa henti. Tapi tentu tak melulu seperti itu. Kini, dengan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), tak hanya air sungai, danau, ataupun bendungan saja yang dapat membangkitkan listrik, air PAM sekalipun bisa diubah menjadi aliran listrik.

“Asal ada air dan beda ketinggian. Yang penting teknologi turbinnya efisien,” jelas Agus Budi, pengelola PLTMH Salido, Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Mikrohidro adalah istilah yang digunakan untuk instalasi pembangkit listrik yang mengunakan energi air. Kondisi dan ketinggian air minim dimanfaatkan untuk memutar turbin yang terhubung generator listrik. Semakin besar kapasitas aliran maupun ketinggiannya dari istalasi maka semakin besar energi yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.

Jadi Alternatif Pilihan

Sumber daya yang melimpah dan investasi yang murah adalah alasan mengapa PLTMH bisa jadi pilihan untuk mengatasi krisis pasokan listrik plus solusi energi pengganti minyak bumi. Potensi energi listrik dari mikro hidro secara nasional diperkirakan mencapai 458 MW, sedangkan yang termanfaatkan saat ini baru sekitar 84 MW.

Soal biaya, hanya dengan merogoh kocek sekitar Rp25-30 juta sanggup membangkitkan daya 2.500 watt. Hal ini dikarenakan skema mikro hidro yang mandiri sehingga mampu menghemat biaya dari perluasan jaringan yang padat modal dan pembiayaan tinggi. Biaya perawatannya pun cukup murah, sebulan berkisan puluhan ribu rupiah saja. Perawatan terbesar dilakukan lima tahun sekali dengan biaya tidak lebih dari Rp2 juta.

”Skemanya kita bisa bangun sendiri, pegawai lokal dan organisasi kecil sehingga bisa longgar. Bisa juga memanfaatkan teknologi lokal yang ada seperti irigasi tradisional atau mesin buatan lokal,” jelas Agus Budi.

Tak hanya itu, teknologi mikro hidro juga tak memakan areal besar. Cukup aliran air dan ketersediaan bak penampung plus ruang generator. Keunggulan lainnya, efisiensi listrik yang tercipta dari mikro hidro tergolong tinggi yakni 70 hingga 85 persen energi.

PLTMH Salido sendiri, ungkap Agus, saat ini menggunakan 2 generator buatan Jerman yang sudah beroperasi sejak 1980, plus 1 mesin baru kelahiran tahun 2000. Dengan teknologi tersebut, ditambah dukungan aliran air berdebit kecil dari ketinggian 4 meter, PLTMH yang berada di bawah pengelolaan PT Anggrek Mekar Sari ini mampu menghasilkan listrik sebanyak 450 watt per hari.

Listrik yang dihasilkan PLTMH Salido ini, kata Agus, harus disalurkan ke PLN wilayah Painan terelbih dahulu. Dari sanalah listrik akan dikembalikan dan didistribusikan PLN kepada masyarakat sesuai peruntukannya.

Jaga Hutan

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sendiri telah melakukan inventarisasi daerah potensi mikro hidro di Indonesia secara terukur. Peta potensi mikro hidro sudah disiapkan. Kendati masih disiapkan peta detil dengan memperhitungkan daya dukung masyarakat di sekitar lokasi.

Peta yang lebih detil mendesak dibutuhkan mengingat kebutuhan listrik yang terus meningkat 3 dekade belakangan. Total energi yang dikonsumsi umum meningkat secara drastis. Dari sekitar 300 x 109 MJ pada tahun 1970 hingga mencapai 4400 x 109 MJ pada tahun 2001.

Energi mikro hidro diproyeksikan akan menjadi energi yang menjanjikan di masa depan, tidak hanya untuk Indonesia, tapi juga untuk dunia. Kerena dengan menggunakan energi mikro hidro sama artinya dengan menjaga kelestarian alam. Ingat, kapasitas listrik PLTMH sangat ditentukan oleh keberadaan air. Jadi, agar pasokan listrik tetap terjaga, masyarakat harus melestarikan hutan di sekitarnya agar air sungai selalu tersedia.

dimasnugraha

No comments:

Post a Comment